MPR RI Mendukung Penangkaran Secara Penuh Dalam Masa Pandemi Covid-19

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo konsisten menopang bisnis penangkaran satwa, baik milik perorangan maupun kelompok masyarakat. Salah satunya seperti yang dikerjakan seorang entrepreneur nasional Robert B. Susatya, yang mengelola lebih berasal dari 1.500 satwa di penangkaran miliknya di Bogor yang sudha mendapatkan izin membuka penangkaran mandiri.

Dengan lahan seluas 12 hektare, Robert menangkar beraneka type hewan eksotis, mulai berasal dari Elang Botak Amerika Utara, Burung Hantu Eropa, Makaw Skarlet, Black Swan, Flamingo, Ayam Brahma, dan hewan lainnya. Dalam merawat satwa tersebut, Robert terhitung mempekerjakan ratusan tenaga kerja dan puluhan dokter hewan. Penangkaran satwa selanjutnya terhitung udah mendapatkan izin berasal dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam.

“Kepedulian Pak Robert maupun perorangan dan kelompok lainnya melaksanakan penangkaran satwa, menunjukan kepedulian terhadap lingkungan. Berkat bisnis mereka, keseimbangan ekosistem alam senantiasa terjaga. Sehingga satwa tak punah tergilas zaman dikarenakan perburuan liar maupun penghancuran hutan akibat keserakahan manusia. Ya kita bisa memandang saja berasal dari peminat bandar sbobet saat ini dikarenakan bisa beri tambahan uang banyak” ujar Bamsoet didalam keterangannya, Sabtu (26/9/2020).

Keinginan MPR RI Bambang Soesatyo Membantu Penangkaran Saat Pandemi

Ketua DPR RI ke-20 ini terhitung mendorong supaya para entrepreneur sukses tak hanya mengakses lapangan pekerjaan bagi warga, tapi terhitung memiliki kepedulian terhadap satwa, alam, dan lingkungan. Menurut Bamsoet, hal ini bisa jadi semisal bagi generasi muda, bahwa rezeki yang diberikan Allah kudu dikelola secara bijak. Salah satunya bisa disalurkan bersama menangkar satwa, maupun hobi lainnya yang berguna bagi manusia, satwa, dan alam.

“Tak terbayang berapa banyak pengeluaran Pak Robert yang kudu diberikan untuk mengelola lahan penangkaran sekaligus ribuan satwa. Ditambah ratusan karyawan yang bekerja di sini. Namun dikarenakan rasa cinta, sebesar apapun harga yang kudu ditanggung jadi mudah untuk dikeluarkan. Rezeki bisa dicari, kepuasan batin merawat satwa tak boleh terhenti,” tandasnya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menyatakan Indonesia merupakan tempat tinggal bagi lebih berasal dari 300.000 satwa liar, bahkan 17 persen satwa dunia berada di Indonesia. Bamsoet mengatakan, di sini setidaknya terkandung 515 type mamalia, maupun 1.539 type burung. Berdasarkan information Uni Internasional untuk Konservasi Alam th. 2013, Indonesia memiliki satwa endemik sebanyak 259 type mamalia endemik, 384 type burung endemik, serta 173 type amfibi endemik. Satwa endemik selanjutnya meliputi Harimau Sumatera, Jalak Bali, Burung Maleo Sulawesi, Badak Jawa, maupun Lutung Jawa.

“Kepedulian terhadap satwa seperti yang dikerjakan Pak Robert, menyebabkan anak cucu kita di jaman depan senantiasa terjamin bisa menikmati keanekaragaman satwa yang hidup di Indonesia. Kelak mereka senantiasa bisa menyadari seperti apa elang, singa, harimau, monyet, dan bervariasi type satwa lainnya. Tak hanya mengandalkan video di YouTube ataupun di beraneka platform sarana sosial, melainkan senantiasa bisa memandang secara segera bersama mata kepala maupun memegang bersama tangan mereka sendiri,” pungkasnya.